Universitas Al-Qolam Malang (UQM) Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif Lewat Sinergi Beasiswa Baznas

Malang — Universitas Al-Qolam Malang (UQM) kembali menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif bagi generasi muda. Hal ini tercermin dalam partisipasi aktif UQM dalam Rapat Koordinasi Program Beasiswa Baznas 2025, yang digelar bersama tujuh perguruan tinggi mitra Baznas lainnya.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut sejumlah perguruan tinggi mitra yang selama ini telah menjadi bagian dari skema beasiswa nasional ini, yaitu UNIRA, UMAIN, STIT, STAINU, Universitas Kepanjen, IAI Sukijo, dan Ma’had Aly An-Nur. Bersama Baznas, seluruh mitra sepakat untuk terus memperkuat tata kelola dan transparansi program beasiswa, dengan semangat menghadirkan akses pendidikan yang merata, terutama bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera.

Tahun 2025 mendatang, jumlah kuota beasiswa Baznas meningkat dari 114 menjadi 120 penerima. Namun, bersama dengan itu, Baznas memperkenalkan beberapa penyesuaian penting dalam skema pelaksanaan.

Mulai tahun ini, setiap kampus diwajibkan menandatangani perjanjian per tahun untuk tiap angkatan. Hal ini memungkinkan evaluasi yang lebih rutin terhadap kelayakan mahasiswa penerima. Laporan studi akan dikirimkan ke Baznas setiap akhir semester, sebagai dasar pencairan dana tahunan.

Satu hal yang juga disepakati adalah jaminan bahwa mahasiswa penerima beasiswa tidak akan dikenai biaya tambahan oleh kampus. Apabila dana dari Baznas belum mencukupi, maka pihak kampus akan menanggung kekurangannya.

“Ini soal komitmen moral. Jangan sampai mahasiswa yang sudah terseleksi karena kebutuhan dan prestasi, malah terbebani kembali oleh biaya-biaya tambahan,” ujar Dr. KH. Muhammad Adib, M.Ag., Rektor Universitas Al-Qolam Malang.

Untuk memastikan transparansi kepada publik, semua perguruan tinggi mitra diminta mengirimkan daftar program studi yang tersedia untuk mahasiswa beasiswa. Informasi ini akan dimuat dalam brosur resmi Baznas. Jika ada biaya tambahan di luar UKT, maka hal itu harus diinformasikan secara terbuka dan terlebih dahulu disetujui oleh mahasiswa serta wali.

Indeks Prestasi Semester (IPS) minimal tetap dipatok di angka 3,00. Mahasiswa yang tidak memenuhi standar tersebut akan dipanggil secara resmi dan diminta menandatangani pakta integritas. Ini dimaksudkan sebagai bentuk tanggung jawab dan dorongan untuk terus meningkatkan prestasi akademik.

Alokasi kuota pun disesuaikan secara proporsional: bagi kampus mitra lama sebesar 20 mahasiswa, dan untuk mitra baru sebanyak 10 mahasiswa. Apabila suatu perguruan tinggi tidak dapat memenuhi kuota, maka sisa kuota akan dialihkan ke mitra lain.

Pihak Baznas menetapkan Jumat, 23 Mei 2025 sebagai batas akhir bagi kampus mitra untuk menyampaikan informasi jurusan, surat pernyataan studi, serta rincian biaya tambahan. Tak hanya itu, dalam diskusi tersebut juga muncul harapan besar: jika kondisi anggaran memungkinkan, maka nilai nominal beasiswa akan ditinjau untuk dinaikkan pada tahun 2026.

Dr. KH. Muhammad Adib, M.Ag., menegaskan bahwa UQM tidak sekadar melihat beasiswa sebagai bantuan finansial semata, melainkan sebagai wujud nyata gotong royong dalam dunia pendidikan.

“Kami percaya, pendidikan yang berkualitas harus bisa diakses oleh siapa pun, tanpa terkendala latar belakang ekonomi. Kerja sama dengan Baznas ini adalah bagian dari cita-cita besar kami untuk membangun peradaban lewat ilmu,” ujarnya.

Dengan semangat kolektif ini, UQM dan para mitra Baznas berkomitmen untuk terus menjaga amanah, agar cahaya pendidikan bisa terus menyala bagi mereka yang membutuhkannya.

Penulis                  : Muhammad Ulil Albab, S.H
Editor                    : Muhammad Ulil Albab, S.H
Sumber Gambar  : Media Center Al-Qolam

Bagikan

Berita Terbaru