MALANG, JawaPos.com – Universitas Al-Qolam Malang menerima kunjungan benchmarking dan penjajakan kemitraan internasional dari delegasi Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM), Filipina, bersama Ittihadul Madaris bil Philippines (IMBPI) dan EQUIP Indonesia. Pertemuan strategis ini digelar untuk memperkuat tata kelola pendidikan Islam, penguatan kurikulum madrasah, serta kemandirian lembaga berbasis pesantren.

Kunjungan delegasi BARMM ini dilatarbelakangi semangat mereformasi dan memodernisasi sistem pendidikan madrasah di wilayah otonom Mindanao pasca-rekonsiliasi politik. Pihak BARMM menilai model pendidikan perguruan tinggi berbasis konsorsium pesantren yang diterapkan Universitas Al-Qolam sangat relevan untuk diadopsi.
Integrasi Tradisi Pesantren dan Modernitas Akademik
Dalam sambutannya secara virtual, Rektor Universitas Al-Qolam Malang, Dr. Muhammad Adib, menjelaskan bahwa Al-Qolam tidak dirancang sebagai entitas akademis yang terisolasi, melainkan tumbuh dari jejaring sosio-kultural ratusan pesantren di Malang Raya.
“Pengembangan pendidikan Islam adalah sebuah process of being yang tidak pernah berhenti. Kami sangat terbuka untuk membangun kolaborasi nyata bersama BARMM, mulai dari penyusunan kerangka kurikulum adaptif, tata kelola kemandirian finansial lembaga, hingga program mentoring berkelanjutan,” ujar Adib.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Al-Qolam, Dr. Ahmad Bayadi, menegaskan bahwa kunci kekuatan Al-Qolam terletak pada integrasi tradisi pesantren—khususnya manhajul fikri wal harakah (pola pikir dan gerakan)—dengan standar tata kelola perguruan tinggi modern.
Misi BARMM: Standarisasi Kurikulum dan Akreditasi

Perwakilan delegasi BARMM yang juga Kepala Divisi Kurikulum Direktorat Jenderal Pendidikan Madaris MBHTE BARMM, Dr. Mukhtar Salik, memaparkan latar belakang sejarah pendidikan Islam di Mindanao yang sempat mengalami diskriminasi panjang sebelum era otonomi.
“Kami hadir ke Al-Qolam untuk mempelajari sistem akreditasi, manajemen madrasah, serta penyusunan kurikulum. Kami ingin memastikan pendidikan Islam di wilayah kami tidak hanya mempertahankan nilai-nilai din, tetapi juga berkualitas, moderat, dan berdaya saing global,” ungkap Mukhtar.
Poin Utama Kerja Sama Strategis
Dari sesi diskusi interaktif antara pimpinan Al-Qolam dan delegasi BARMM, teridentifikasi sejumlah fokus kerja sama strategis, di antaranya:
-
Pengembangan Kurikulum Adaptif: Penyesuaian kurikulum madrasah nonformal dengan kearifan lokal dan kebutuhan era digital.
-
Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendidik: Program pelatihan serta peningkatan jenjang kualifikasi bagi guru-guru madrasah di Filipina Selatan.
-
Kemandirian Lembaga (Madrasah Entrepreneurship): Penguatan unit bisnis lembaga guna menopang operasional pendidikan secara mandiri.
-
Kolaborasi Riset Antarbangsa: Kajian bersama mengenai kehidupan sosial-keagamaan dan pemetaan indeks kemaslahatan masyarakat (desa maslahah).
Rangkaian acara ditutup dengan pertukaran cinderamata dan foto bersama. Kedua belah pihak berkomitmen menindaklanjuti pertemuan ini melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dalam waktu dekat.


