Malang — Universitas Al-Qolam Malang menggelar kegiatan Sarasehan Bersama Pengasuh Pesantren sebagai forum musyawarah program akademik bagi mahasiswa-santri. Acara ini dilaksanakan pada Selasa (26/8) di Ruang Meeting Gedung D Pascasarjana, dan dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Al-Qolam Malang, Dr. KH. Muhammad Adib, M.Ag., bersama jajaran pimpinan universitas serta pengasuh dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Malang.
Kegiatan sarasehan ini merupakan tindak lanjut dari rapat pimpinan universitas yang digelar sebelumnya pada 19 Agustus 2025. Fokus utama forum ini adalah membahas penguatan kolaborasi antara kampus dan pesantren, terutama dalam mendukung pengembangan akademik mahasiswa-santri agar semakin terarah, berkualitas, dan sesuai dengan visi pendidikan Islam berbasis pesantren.
Acara diawali dengan pembukaan resmi, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Rektor Universitas Al-Qolam Malang, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya forum ini sebagai wadah konsolidasi dan pertukaran gagasan antara universitas dan pesantren, agar mahasiswa-santri dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam akhlak, keilmuan, dan kompetensi profesional.
Dalam sesi inti, Wakil Rektor I Bidang Akademik menyampaikan pemaparan mengenai kegiatan akademik mahasiswa-santri, termasuk integrasi kurikulum, mekanisme bimbingan, serta peluang pengembangan riset dan pengabdian masyarakat berbasis pesantren. Paparan ini disambut dengan diskusi interaktif bersama para pengasuh pesantren, yang menyampaikan aspirasi, masukan, serta harapan terkait penguatan sinergi kelembagaan.

Diskusi berlangsung dinamis. Para pengasuh pesantren menyampaikan aspirasi bahwa KKN sebaiknya tidak hanya menjadi rutinitas akademik, tetapi juga menjadi sarana dakwah bil hal, wadah pengembangan kepemimpinan mahasiswa, dan media nyata pengabdian di tengah masyarakat. Harapan lain yang muncul adalah adanya model KKN yang lebih adaptif dengan kebutuhan pesantren mitra, termasuk pola kolaborasi dalam pelaksanaan program tematik yang bermanfaat bagi santri dan masyarakat sekitar.
Selain KKN, pembahasan juga mencakup integrasi kurikulum, mekanisme bimbingan akademik, dan peluang riset mahasiswa berbasis pesantren. Namun demikian, KKN tetap menjadi topik utama yang menyedot perhatian karena dinilai sebagai jembatan paling konkret antara kampus, pesantren, dan masyarakat.
Lebih dari 30 pesantren dari berbagai wilayah Kabupaten Malang hadir dalam forum ini, mulai dari Pesantren An-Nur Bululawang, Raudlatul Ulum Gondanglegi, hingga Al-Khoirot Pagelaran. Kehadiran para pengasuh pesantren mencerminkan keseriusan untuk bersama-sama membangun model pendidikan tinggi yang berpijak pada tradisi keislaman, namun tetap responsif terhadap tuntutan zaman.

Kegiatan tersebut ditutup dengan agenda perayaan maulid nabi sebagai bentuk Tabarruk kepada Nabi Muhammad SAW. sekaligus menyambut bulan Rabiul Awal sebagai langkah spiritual membantu kelanjutan program serta keberlangsungan kerjasama sinergis antara Universitas Al-Qolam Malang dengan berbagai pesantren.
Penulis : Muhammad Ulil Albab, S.H
Editor : Muhammad Ulil Albab, S.H
Sumber Gambar : Media Center Al-Qolam


