Universitas Al-Qolam Malang dan BAZNAS Kabupaten Malang Teken MoU Beasiswa Akses Pendidikan Tinggi

Malang — Dalam suasana khidmat yang penuh harapan di Pendopo Kabupaten Malang, Universitas Al-Qolam Malang secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Malang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang program beasiswa pendidikan tinggi bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial administratif, melainkan mencerminkan langkah visioner dalam membangun arsitektur sosial yang berkeadilan melalui jalur pendidikan.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS, KH. Khoirul Hafidz Fanani, M.HI., dan para pimpinan perguruan tinggi mitra di Kabupaten Malang, termasuk Rektor Universitas Al-Qolam Malang, Dr. KH. Muhammad Adib, M.Ag. Acara ini turut disaksikan oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM., serta jajaran pimpinan OPD dan tokoh pendidikan. Dalam pandangan akademik dan praksis sosial, kehadiran negara melalui fasilitasi lembaga zakat ini menjadi titik temu antara idealisme keilmuan dan praksis pemberdayaan masyarakat.

Sebanyak 51 mahasiswa Universitas Al-Qolam Malang secara resmi ditetapkan sebagai penerima beasiswa. Mereka tersebar di berbagai program studi, seperti Akuntansi Syariah, Hukum Ekonomi Syariah, Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta Pendidikan Agama Islam. Angka ini bukan sekadar data statistik. Ia adalah wajah-wajah muda yang membawa impian, menggenggam harapan, dan kini mendapat ruang untuk tumbuh dalam ekosistem akademik yang inklusif.

Dalam sesi pengenalan kehidupan kampus dan sistem pendidikan tinggi, Rektor Universitas Al-Qolam Malang menyampaikan refleksi yang tajam sekaligus membangkitkan kesadaran kolektif. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan semata upaya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi proyek peradaban yang menuntut keberpihakan, keadilan, dan keberanian untuk memanusiakan manusia. Beasiswa, dalam kerangka ini, bukan bantuan—ia adalah jembatan, dan jembatan selalu menghubungkan mereka yang berjauhan agar dapat bertemu dalam ruang keadaban dan pengharapan.

 

Lebih dari sekadar kerja sama administratif, kemitraan ini memancarkan makna yang lebih dalam: pendidikan tinggi harus terbuka bagi semua, bukan hanya bagi mereka yang mampu secara finansial. Dan di sinilah Universitas Al-Qolam Malang menempatkan dirinya bukan sekadar sebagai institusi akademik, melainkan sebagai rumah intelektual yang merangkul mereka yang nyaris terpinggirkan oleh keadaan.

BAZNAS Kabupaten Malang melalui program ini juga memperlihatkan reposisi peran zakat yang lebih progresif. Zakat tidak lagi diletakkan semata dalam kerangka konsumtif, tetapi difungsikan secara strategis sebagai instrumen distribusi keadilan dan mobilitas sosial. Pendidikan tinggi menjadi medan aktualisasi, di mana nilai-nilai spiritual, sosial, dan intelektual bersinergi membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap denyut kehidupan masyarakat.

Di tengah kompetisi global dan tantangan multidimensional, Universitas Al-Qolam Malang tetap teguh mengusung paradigma pendidikan berbasis nilai. Kerja sama ini menandai bahwa transformasi sosial membutuhkan lebih dari sekadar niat baik; ia menuntut kolaborasi yang konsisten, gagasan yang besar, dan keberanian untuk melibatkan institusi dalam kerja-kerja kerakyatan.

Dengan ditandatanganinya MoU ini, Universitas Al-Qolam Malang tidak hanya memperluas akses, tetapi memperdalam makna dari setiap proses akademik yang dijalankan. Pendidikan, dalam kerangka kampus ini, adalah hak, bukan privilege. Dan melalui kemitraan ini, Al-Qolam menunjukkan bahwa kampus bukan menara gading, melainkan jembatan peradaban.

Penulis                                  : Muhammad Ulil Albab, S.H
Editor                                    : Muhammad Ulil Albab, S.H
Sumber Gambar                 : Media Center Al-Qolam

Bagikan

Berita Terbaru