Universitas Al-Qolam Hadirkan Kolaborasi Internasional  Perspektif Pendidikan Karakter Anak Usia Dini dari Malaysia

 

Universitas Al-Qolam Malang bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar kuliah tamu internasional bertajuk “Pendidikan Karakter Awal Kanak-Kanak: Peranan Tauladan, Keluarga dan Sekolah dalam Konteks Malaysia”, yang berlangsung di Gedung Utsman bin Affan Lantai 7 UNISMA.

Acara yang dilangsungkan dalam semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi ini menghadirkan narasumber utama dari Malaysia, Cikgu Siti Salina Samaun, S.Pd., M.Pd., Kepala Tadika & Taska Ana Port Dickson. Dalam paparannya, beliau mengangkat urgensi sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial dalam membentuk karakter anak usia dini, dengan menekankan pentingnya keteladanan dari orang tua dan pendidik sebagai pondasi utama pembentukan moral anak.

“Pendidikan karakter bukan semata tanggung jawab sekolah. Ia dimulai dari pangkuan ibu dan bimbingan ayah,” ujar Cikgu Siti dalam sesi penyampaian materi yang berlangsung hangat dan interaktif.

Kuliah tamu ini dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dari ketiga universitas serta perwakilan berbagai lembaga mitra. Uniknya, terdapat partisipasi aktif dari tiga mahasiswa laki-laki—sebuah fenomena yang cukup jarang terjadi dalam program studi yang selama ini didominasi oleh perempuan. Kehadiran mereka mencerminkan semakin terbukanya ruang dan peran lintas gender dalam dunia pendidikan anak usia dini.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Islam UNISMA, Dr. Drs. H. Abdul Jalil, M.Pd.I., dalam sambutan pembukaannya menekankan bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi dan disrupsi teknologi, peran guru tetap menjadi garda terdepan dalam membangun peradaban, khususnya dalam pendidikan anak usia dini yang memerlukan dedikasi, kesabaran, dan keikhlasan tinggi.

Kegiatan ini semakin hidup dengan adanya sesi tanya jawab interaktif yang dipandu langsung oleh Cikgu Siti. Ia bahkan memberikan hadiah khas Malaysia bagi peserta yang aktif berpartisipasi. Mahasiswa perwakilan HMPS Prodi PIAUD Universitas Al-Qolam Malang turut menerima apresiasi tersebut atas kontribusinya dalam sesi diskusi.

Salah satu momen paling emosional terjadi saat Cikgu Siti mendengarkan kisah perjuangan guru PAUD di Indonesia yang menerima upah jauh di bawah standar. Hal ini menjadi refleksi tersendiri ketika beliau membandingkan dengan standar gaji di Malaysia yang telah mencapai angka 1.700 Ringgit per bulan, setara dengan Rp6,5 juta, lengkap dengan fasilitas konsumsi harian.

Dalam penutup materinya, Cikgu Siti menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam pendidikan anak bukanlah kurikulum atau kecanggihan teknologi, melainkan menemukan guru yang memiliki kesabaran dan keikhlasan dalam mendidik. Ia mengajak seluruh mahasiswa dan praktisi pendidikan anak untuk terus menanamkan semangat, integritas, dan dedikasi sebagai bekal membentuk generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi keilmuannya, Ketua Program Studi PIAUD Universitas Al-Qolam Malang, Hj. Norma Ita Sholichah, menyerahkan cinderamata kepada Cikgu Siti. Penyerahan tersebut menjadi simbol dari kerja sama dan penghormatan atas kontribusi lintas negara dalam penguatan pendidikan karakter sejak usia dini.

Penulis                         : Muhammad Ulil Albab, S.H
Editor                           : Muhammad Ulil Albab, S.H
Sumber Gambar        : Media Center Al-Qolam

Bagikan

Berita Terbaru