Malang – Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Al-Qolam Malang memulai langkah akademik penting dengan sukses menggelar Diskusi Rutin Ke-1, yang merupakan bagian dari program Diskusi dan Kajian Kitab Rutin. Kegiatan ini dirancang sebagai forum intelektual yang berkesinambungan bagi sivitas akademika untuk memperdalam khazanah keilmuan Islam secara lebih mendalam dan kontekstual.
Acara perdana diselenggarakan pada Jumat, 12 September 2025, pukul 09.30 WIB di Musholla Universitas Al-Qolam Malang. Kegiatan dihadiri oleh 24 peserta yang terdiri dari pimpinan universitas, dosen, staf, serta mahasiswa. Kehadiran lintas unsur akademik ini mencerminkan antusiasme dan komitmen bersama dalam menghidupkan tradisi ilmiah di lingkungan kampus.
Kajian perdana difokuskan pada kitab monumental Maqashid Syari’ah al-Islamiyah karya ulama besar kontemporer, Thahir Ibnu Asyur. Ngaji kitab dipimpin oleh Achmad Beadie Busyrol Basyar, M.Pd.I, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor I UQM. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya memahami tujuan-tujuan syariat Islam (maqashid al-syari’ah) dan metode metodologis yang digunakan Ibnu Asyur sebagai pendekatan hukum Islam yang lebih kontekstual.

Setelah sesi pembacaan dan penjelasan kitab, diskusi berkembang melalui sesi tanya jawab interaktif. Pertanyaan pertama disampaikan oleh Roisul Adib, M.E. (Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah), kemudian dilanjutkan oleh Abdulloh, M.Pd. (Dosen PAI), Siti A’isyah, S.Ag, M.A (Wakil Rektor III), serta Muhammad Saifi, M.E (Dosen UQM). Para penanya menggarisbawahi isu penting terkait perbedaan mendasar dalam memahami maqashid syariah, relevansi maqashid dalam konteks kontemporer, serta tantangan metodologi penerapannya pada problem sosial-keagamaan modern.
Koordinator kajian, Muhammad Saifi, M.E., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif strategis LP3M untuk memperkuat tradisi akademik Islam di kampus.
“Kajian ini merupakan wadah terbuka bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk mendalami ilmu agama secara lebih komprehensif, kritis, dan relevan dengan tantangan zaman,” ungkapnya.
Program Diskusi dan Kajian Kitab Rutin LP3M UQM dijadwalkan berlangsung setiap dua pekan sekali pada hari Jumat pukul 09.30 WIB. Dengan model keberlanjutan ini, diharapkan lahir ruang dialektika keilmuan yang tidak hanya memperkaya wawasan teologis, tetapi juga memberikan inspirasi praktis bagi pengembangan keilmuan Islam dalam ranah sosial, pendidikan, dan kebijakan.
Penulis : Fitriyah Mahdali, M.Pd
Editor : Muhammad Ulil Albab, S.H
Sumber Gambar : Media Center Al-Qolam


