Game Online, Teman atau Musuh Minat Belajar?

Di era yang serba canggih, banyak sekali kita temui kemajuan teknologi termasuk salah satunya Adalah game online. Game online saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupan mahasiswa. Fenomena ini bukan hanya sekedar hiburan semata, melainkan juga membentuk pola pikir, prilaku, bahkan memengaruhi minat belajar mahasiswa. Di Universitas Al-Qolam Malang, leberadaan game online memiliki dua sisi yang tidak bisa di pandang sebelah mata : sisi positif yang memberi manfaat, serta sis negative yang dapat menghambat semangat akademik mahasiswa.

Dari sisi positif, game online mampu menjadi sarana hiburan yang menyegarkan pikiran setelah mahasiswa di sibukkan dengan tugas kuliah, organisasi, maupun kegiatan lainnya. Bermain game juga dapat melatih kosentrasi, stretegi berpikir, serta kerja sama tim, terutama pada jenis game yang menuntut koordinasi dan komunikasi. Dalam kadar yang wajar, game online menjadi media aktualisasi diri bagi mahasiswa yang mampu menyeimbangkan antara hobi dan kewajiban akademiknya.

Namun, tidak dapat di pungkiri bahwa game online juga membawa dampak buruk/negatif terhadap minat belajar mahasiswa. Ketika mahasiswa terlalu larut dalam permainan, waktu belajar berkurang drastis. Rasa malas muncul karena kesenangan instan dalam bermain lebih menarik di bandingkan dengan membaca buku atau mengerjakan tugas. Lebih jauh lagi, kecanduan game online juga dapat menurunkan kualitas interaksi social di lingkungan kampus, mengganggu Kesehatan fisik, serta berpotensi menurunkan prestasi akademik jika tidak dikendalikan dengan baik.

Maka di sinilah pentingnya kesadaran mahasiswa untuk menempatkan game online pada posisi yang proporsional. Dunia akademik tetap harus menjadi prioritas utama, sementara game online cukup dijadikan sebagai sarana rekreasi. Kampus juga dapat berperan mengadakan seminar, literasi digital, maupun kegiatan positif yang mampu mengalihkan perhatian mahasiswa dari penggunaan game secara berlebihan.

Dengan demikian, game online sejatinya bukan ancaman mutlak bagi minat belajar mahasiswa, melainkan tantangan bagaimana mahasiswa mampu mengelola waktu dan membangun disiplin diri. Jika di arahkan dengan benar, game online dapat menjadi teman produktif, tetapi sebaliknya, jika di biarkan tanpa control dan kesadaran dari mahasiswa, ia akan berubah menjadi musuh yang dapat menghambat dan menghalangi mahasiswa untuk meraih prestasi akademik di kampus.

Penulis                          : Muhammad Hizbullah
Editor                            : Muhammad Ulil Albab,S.H
Sumber Gambar         : Media Center Al-Qolam

Bagikan

Berita Terbaru