KKN-T UQM 2026 Ditutup, Mahasiswa Tinggalkan Jejak Nyata dari Pendirian MI hingga Penguatan Literasi Desa

Malang – Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Al-Qolam Malang Tahun 2026 resmi ditutup dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Auditorium Universitas Al-Qolam Malang pada Kamis (13/8/2026). Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya pengabdian mahasiswa selama lebih dari dua bulan di 12 desa yang tersebar di 7 kecamatan, termasuk satu lokasi pengabdian di Pulau Kalimantan.

Berbeda dari pelaksanaan KKN pada umumnya, KKN-T UQM 2026 meninggalkan berbagai capaian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program yang berlangsung sejak 6 Mei hingga 6 Agustus 2026 ini tidak hanya menghadirkan kegiatan seremonial, tetapi juga menghasilkan karya dan perubahan sosial yang berkelanjutan.

Salah satu capaian menonjol lahir dari Kelompok KKN Desa Bambang, Kecamatan Wajak. Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan tokoh setempat, mahasiswa berhasil menginisiasi pendirian lembaga pendidikan formal berupa Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang saat ini telah memasuki tahap pembangunan.

Di lokasi lain, kelompok KKN yang ditempatkan di lingkungan pesantren berhasil menyusun dan menghasilkan tiga kitab sebagai bentuk kontribusi intelektual dan penguatan tradisi keilmuan pesantren. Karya tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus warisan akademik bagi masyarakat.

Prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh Kelompok KKN Desa Baturetno, Kecamatan Singosari. Mahasiswa berhasil memfasilitasi pengurusan akta wakaf dalam jumlah signifikan hingga memperoleh apresiasi dari pemerintah desa serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) setempat. Program ini dinilai membantu memperkuat kepastian hukum aset-aset keagamaan di masyarakat.

Sementara itu, Kelompok KKN Desa Pondokagung mengembangkan gerakan literasi masyarakat melalui pendirian perpustakaan umum desa. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang belajar bersama yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak, pelajar, hingga masyarakat umum.

Adapun Kelompok KKN Desa Bayem mencatat capaian penting dalam bidang kaderisasi organisasi kepemudaan. Mahasiswa berhasil memfasilitasi terbentuknya organisasi IPNU dan IPPNU yang sebelumnya belum ada di desa tersebut. Kehadiran organisasi pelajar ini diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berkelanjutan.

Selain capaian-capaian tersebut, berbagai program lain juga berhasil dilaksanakan, mulai dari penguatan kelembagaan desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, digitalisasi data, pendampingan pendidikan, hingga penguatan program keagamaan berbasis masjid dan pesantren.

Ketua Panitia KKN-T 2026, Wildan Hakim, M.Pd, menyampaikan bahwa keberhasilan program tahun ini tidak lepas dari sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, GP Ansor, ranting NU, serta berbagai elemen masyarakat yang menjadi mitra pengabdian.

“KKN bukan sekadar menjalankan program selama beberapa minggu, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan solusi dan meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pelaksanaan KKN-T UQM 2026 sendiri diawali dengan survei Desa Maslahah dan Keluarga Maslahah berbasis aplikasi digital yang hasilnya dapat diakses secara terbuka. Data tersebut menjadi dasar penyusunan program kerja mahasiswa agar lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Rektor Universitas Al-Qolam Malang dalam sambutannya mengapresiasi dedikasi seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan yang telah mengimplementasikan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang nyata dan berkelanjutan.

Penutupan KKN-T 2026 menjadi momentum refleksi bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pelaksana program, melainkan sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kelembagaan, serta membangun kemaslahatan bersama.

Penulis : Muhammad Ulil Albab, M.H.
Editor : Muhammad Ulil Albab, M.H.
Sumber Gambar : Media Center Al-Qolam

Bagikan

Berita Terbaru