Malang — Pendidikan inklusif membutuhkan lebih dari sekadar penerimaan terhadap perbedaan. Guru juga perlu memahami kebutuhan setiap anak dan mampu menyesuaikan proses pembelajaran. Hal inilah yang menjadi perhatian dalam Workshop Peningkatan Kompetensi Madrasah Inklusi yang digelar bersama Universitas Al-Qolam Malang (UQM), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), dan Kementerian Agama Kabupaten Malang di Auditorium KH. Yahya Syabrowi, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang Drs. H. Sahid, M.M., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Dr. Hj. Yuli Nurrohmawati, M.Pd., Ketua IGRA Kanti Kasianah, S.Pd.Aud., M.Pd., serta Wakil Rektor III UQM. Workshop menghadirkan Dr. Lailil Qomariyah, M.Pd., pendiri Unit Layanan Disabilitas (ULD) Al-Roihan Lawang, sebagai pemateri.
Melalui kegiatan ini, para pendidik diajak memperkuat pemahaman tentang penyelenggaraan pendidikan yang memperhatikan keragaman karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Dalam praktiknya, setiap anak memiliki cara belajar dan kebutuhan dukungan yang berbeda. Karena itu, guru perlu memiliki bekal untuk mengenali kebutuhan tersebut dan menentukan pendekatan pembelajaran yang tepat.
“Pendidikan inklusif bukan hanya tentang menerima peserta didik dengan kebutuhan yang beragam, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan kesempatan belajar yang sesuai. Guru perlu memahami karakteristik setiap anak agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan bermakna.” ujar Lailil.
Kerja sama UQM, IGRA, dan Kemenag Kabupaten Malang menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman akademik, kebijakan pendidikan madrasah, serta praktik pendampingan peserta didik. Pertemuan lintas lembaga ini penting agar pembahasan mengenai pendidikan inklusif tidak berhenti pada konsep, tetapi dapat diterjemahkan menjadi pendekatan yang relevan di lingkungan madrasah.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam pengembangan pendidikan inklusif. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat pemahaman pendidik sekaligus mendorong praktik pembelajaran yang lebih terbuka terhadap kebutuhan setiap peserta didik.” Ujar Wakil rektor 3 UQM Siti Aisyah.
Penguatan kompetensi guru menjadi salah satu langkah penting dalam membangun madrasah yang ramah bagi semua anak. Melalui sinergi ini, UQM bersama IGRA dan Kemenag Kabupaten Malang diharapkan dapat terus mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan yang memberi ruang bagi setiap peserta didik untuk belajar dan berkembang.
Penulis : Letda (KC) Muhammad Ulil Albab, M.H.
Editor : Letda (KC) Muhammad Ulil Albab, M.H.
Sumber Gambar : Media Center Al-Qolam


